Eko Junaedi
Senin, 01 Juli 2013
Jumat, 14 Juni 2013
MAKALAH
KURIKULUM 2013
KURIKULUM 2013

Disusun Oleh :
Nama
: Eko
Junaedi
NIM
: 2124120368
Kelas : 1KC
Prodi : PJKR
UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
JURUSAN OLAHRAGA
CIAMIS
2013
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, atas berkat dan rahmmatNya saya bisa menyelesaikan
makalah Pembelajaran Pembahasan, “Aplikasi teknologi dalam sepak
bola”.
Penyusunan makalah ini, dilakukan
dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, diharapkan semua yang
membacanya dapat memahami tentang topik tersebut. makalah ini jauh dari
sempurna.Penyusun berharap kritik dan saran yang bersifat membangun.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih
kepada dosen pegasuh, sehingga dapat terselesaikannya
makalah ini dengan baik. Bagi teman-teman yang membacanya, semoga memberi
manfaat dan menambah ilmu dan wawasan.
Ciamis,Maret
2013
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL..............................................................................................
i
KATA PENGANTAR.....................................................................
ii
DAFTAR
ISI....................................................................................iii
PEMBAHASAN
Aplikasi Tekhnologi dalam sepakbola……………………………4
Bola ber-microchip…………………………...…………………...5
Sepatu Detektor………………...………………………………….6
Sepatu Detektor………………...………………………………….6
Techno wear………..……………………………………………. 7
Hawk eyes………………………………………………………….8
PENUTUP
Kesimpulan..............................................................................
..... 9
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................10

1.
Aplikasi
teknologi dalam sepak bola
Kita
sering kali merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit sepak bola yang
terkadang keputusannya membuat tim kesayangan kita kalah. Wasit sebagai manusia
biasa memang tidak akan luput dari kesalahan. Namun yang menjadi fatal jika
kesalahan tersebut adalah bentuk perbuatan yang disengaja akibat faktor dari
luar, sebut saja uang, ancaman, ataupun tekanan.
Seiring
dengan makin majunya jaman, maka teknologi pun sedikit demi sedikit disisipkan
dalam olahraga, tak terkecuali sepakbola. Teknologi tidak akan pernah berbuat
curang adalah prinsip yang harus dipegang dan menjadi landasan pengaplikasian
teknologi dalam sepakbola. Teknologi ini juga selain untuk mengurangi
kecurangan, juga bagus untuk kebaikan dari pemain sepak bola itu sendiri.
Adapun beberapa usulan pengaplikasian teknologi dalam
sepakbola, yaitu:

» Microchip
ball
a.
Bola ber-microchip
Microchip berukuran hanya sebesar kurang
dari setengah inch (15 milimeter) ditanam di dalam bola. Ia akan memancarkan
sinyal radio saat bola melampaui garis. Wasit hanya menggunakan teknologi ini
bila ia merasa ragu untuk mengambil sebuah keputusan. Bila bola melewati garis
gawang, petunjuk di tangan wasit akan menunjukkan kata “Gol!” yang kemudian
terekam oleh teknologi ini.
“Sinyal tersebut akan ditangkap 12 antena yang ditempatkan di pojok-pojok lapangan yang kemudian dikirimkan kembali ke penangkap sinyal yang ada di tangan wasit dalam waktu kurang dari satu detik,” kata Guenter Pfau dari Adidas.
“Sinyal tersebut akan ditangkap 12 antena yang ditempatkan di pojok-pojok lapangan yang kemudian dikirimkan kembali ke penangkap sinyal yang ada di tangan wasit dalam waktu kurang dari satu detik,” kata Guenter Pfau dari Adidas.

»
Shoe detector
b.
Sepatu Detektor
Sebuah rencana besar dari Adidas,
produsen raksasa dalam bidang olahraga, untuk menerbitkan produk berteknologi
tinggi, yaitu sepatu sepak bola yang sanggup mendeteksi keletihan dan
ketidakberesan yang terjadi pada otot kaki.
Lagi-lagi chip yang berperan dalam
teknologi ini. Chip ini mampu mendeteksi frekuensi dan gerakan otot kaki pemain
dan akan memberikan sinyal jika ada perbedaan frekuensi dan pergerakan dari
otot yang normal.
Teknologi ini di harapkan mampu
mengurangi cedera yang sering menimpa para pemain. Otot yang tidak beres
biasanya terjadi setelah sang pemain terkena sliding, terjatuh dan menendang
dengan posisi dan langkah yang salah. Dalam pertandingan, pemain yang terkena
kondisi di atas biasanya tidak sadar dengan keadaan kakinya dalam waktu
singkat. Bila mengalami benturan ringan, biasanya pemain bersikap acuh dan
kembali bermain tanpa sadar kemungkinan efek yang ditimbulkan. Tapi sepatu ini
bisa mendeteksi seberapa jauh efek yang ditimbulkan akibat benturan-benturan
yang terjadi pada kaki tersebut sehingga bisa mencegah cedera yang cukup
serius.
» Techno
Wear
c.
Techno wear
Techno wear sudah diciptakan untuk
kostum renang namun akhirnya oleh mahasiswa bernama David Evans dari jurusan
Desain Industri Universitas Northumbria yg dibantu pakar ilmu olahraga
Liverpool John Moores University dibuat rancangan kostum sepak bola yang dapat
memonitor tingkat hidrasi dan detak jantung pemain. Kostum “hi-tech” ciptaannya
memakai bahan electro-textile sedangkan perangkat yang digunakan yaitu semacam
sensor ECG yg dapat merekam detak jantung berupa sinyal elektronik yang
dipancarkan dengan gelombang radio/wireless ke perangakat komputer di tepi
lapangan. Selain itu sensor juga dapat memonitor tingkat dehidrasi dan
keletihan pemain dengan cara mengoleskan jelly silikon pada punggung pemain
yang saat bereaksi dengan keringat memperlihatkan kondisi kelelahan dan tingkat
dehidrasi.
David
Evans menghasilkan ciptaannya tergerak dengan kejadian kematian pemain klub
kesayangannya Manchester City: Marc Vivien-Foe asal Kamerun yang meninggal
mendadak ketika tengah bertanding di tengah lapangan sepak bola. Kematian
tiba-tiba Marc Vivien-Foe -yang diduga akibat kelelahan luar biasa dan atau
serangan jantung yang tidak disadari baik oleh pemain sendiri maupun pelatih-
sempat membuat heboh kompetisi Liga Premier Inggris yang memang termasuk salah
satu kompetisi yang jadwal pertandingan padat luar biasa dan amat menguras
kebugaran fisik para pemain.

» Hawk
eye in tennis
d.
Hawk eye
Hampir
sama dengan bola ber-microchip, hawk eye juga berfungsi untuk memastikan apakah
bola sudah melewati garis gawang atau tidak. Teknologi hawk-eye bukan barang
baru dalam dunia olahraga. Teknologi ini sudah diterapkan dalam olahraga tenis
dan kriket. Pada September lalu, pengembang teknologi telah melakukan sebuah
pengujian. Hasilnya, teknologi ini mampu diaplikasikan secara akurat di sepak
bola. Pengaplikasiannya sendiri menggunakan dua asisten wasit tambahan yang
berposisi di belakang gawang untuk melihat keabsahan sebuah gol.
Dengan adanya teknologi-teknologi ini, diharapkan tidak ada
lagi kecurangan ataupun cedera yang menimpa pemain akibat faktor X.
KESIMPULAN
Pelaksanaan program olahraga pada
umumnya dan olahraga renang pada kususnya terutama pada saat pembinaan di
perkumpulan renang diperlukan beberapa factor yaitu: kualitas pelatih,
penyusunan program latihan, pelaksananaan latian kondisioning, pelasanaan
program latihan, penggunaan alat dan fasilitas dan evaluasi latihan.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)
